Tiba-tiba saja mood gue berubah. Gak enak. Kenapa selalu begini? Akhirnya gue search di google dan ini salah satu artikel yg cocok. Let's check this out!
Moody, Bagaimana Mengatasinya?
Apakah kamu orangnya moody? Moody berarti 'suka' murung, sedih, merasa
tidak enak atau tidak nyaman. Orang-orang yang moody biasanya cenderung
tertutup (introvert).
Orang yang moody biasanya juga agak
berjarak dengan teman-teman, rekan-rekan atau lingkungan sekitarnya.
Bagaimana tidak, suasana hati mereka sulit ditebak dan dimengerti.
Sebentar-sebentar mereka tampak murung dan merasa tidak nyaman. Mereka
juga mudah tersinggung atau marah, bahkan karena hal-hal sepele. Wajah
mereka biasanya juga menyiratkan kesedihan. Maklumlah, mereka sering
mengalami suasana hati yang buruk, lama-lama perasaaan itu terpancar di
wajah mereka.
Apa yang membuat orang jadi moody?
Menurut
saya, penyebabnya adalah sikap menuntut yang berlebihan. Keberadaan
sikap tersebut memang sering tidak disadari. Mereka menuntut agar orang
lain bersikap dan berperilaku dengan cara-cara tertentu. Mereka menuntut
agar pekerjaan dan rencana-rencana mereka berjalan dengan mudah dan
lancar. Mereka juga menuntut agar lingkungan mereka nyaman dan kondusif.
Initinya menuntut segala sesuatunya oke.
Kondisi ini sangat
rentan. Karena kenyataan tidak selalu, bahkan sering bertolak belakang
dengan tuntutan tersebut. Orang-orang bersikap dan berperilaku dengan
cara-cara yang mereka sukai. Tugas-tugas dan rencana-rencana sering
terkendala dan banyak masalah. Lingkungan sekitar kerap menyulitkand an
tidak mendukung.
Akibatnya, mereka merasa jengkel, kesal,
terganggu, dongkol dan sebagainya. Perasaan-perasaaan negatif tersebut
tanpa sadar mereka pendam. Nah, itulah yang kemudian menjelma menjadi
suasana hati yang buruk, bad mood, murung dan tidak nyaman.
Bagaimana mengatasinya?
Seperti
dijelaskan di atas, bad mood atau suasana hati yang murung, tidak enak
dan tidak nyaman adalah penjelmaan dari perasaaan-perasaaan negatif yang
terpendam – disadari atau tidak disadari. Karena itu, cara mengatasinya
adalah dengan menganalisa perasaan.
Pertama, cari tahu apa
pikiran atau peristiwa yang memicu suasana hati yang buruk (bad mood)
tersebut. Kedua, kalau pemicunya sudah diketahui, temukan tuntutan yang
menyertai pemicu tersebut, dan ubah menjadi sekadar pilihan/keinginan.
Misalnya
begini, suatu ketika anda berpapasan dengan teman kerja di kantor. Anda
menyapanya, tapi dia tidak menanggapi. Inilah peristiwa pemicunya.
Kalau
anda berpikir bahwa teman anda tersebut mestinya menanggapi anda, maka
anda akan merasa kesal atau marah. Perasaaan itulah yang kemudian anda
pendam, sehingga membuat anda tidak mood dalam bekerja.
Tapi
kalau anda tidak menuntut tanggapan tersebut, melainkan hanya
menginginkan-nya, maka anda tidak akan merasa kesal atau marah, dan
dengan mudah bisa melupakannya. Mungkin dalam hati (selftalk) anda
berkata: "Sebagai teman tentu saja wajar jika aku ingin dia menanggapi
ketika aku sapa. Tapi tidak harus selalu demikian. Dan kalau dia acuh,
tidak berarti aku bukan teman yang baik. Aku bisa tahan dengan keadaan
ini." Apalagi kalau anda berpikir, "Mungkin dia tidak menyadari
keberadaanku. Mungkin dia sedang ada masalah. Mungkin dia baru dimarahi
bos."
Melakukan analisa terhadap perasaan sendiri bukanlah
pekerjaan mudah. Perlu keberanian, kesabaran dan latihan terus menerus.
Bagi pemula, menganalisa perasaan buruk (seperti kesal, jengkel,
terganngu, marah, tersinggung) saat perasaan itu muncul pun tidak
memungkinkan. Tunggulah beberapa waktu sampai perasaan itu mereda.
Atau
anda bisa berlatih melakukannya di malam hari sebelum tidur. Cobalah
ingat-ingat saat-saat dimana anda merasa tidak mood di sepanjang hari.
Lalu cari tahu peristiwa atau pikiran yang memicu bad mood tersebut.
Temukan tuntutan di balik itu dan ubah menjadi sekadar
keinginan/pilihan. Melakukan secara tertulis, untuk pemula, akan jauh
lebih mudah daripada sekdar membayangkannya dalam benak. Ingat menggarap
diri sendiri adalah pekerjaan yang paling sulit.
Terakhir,
selain faktor utama pikiran, bad mood juga bisa terjadi karena kondisi
fisik yang kurang fit atau kondisi lingkungan/kerja yang membosankan.
Kalau anda kurang fit, lakukanlah peregangan dan olahraga secukupnya.
Kalau anda sedang bosan dengan pekerjaan anda, lakukan sesuatu yang lain
sebagai selingan. Anda juga bisa menata ulang kantor (atau tempat
tinggal) anda agar tercipta suasana yang lebih fresh .
sumber: http://tipspsikologipraktis.blogspot.com/2009/08/moody-bagaimana-mengatasinya.html